Techno

Hati-hati! Terinfeksi Malware Joker, Segera Hapus 17 Aplikasi Berbahaya ini dari Ponsel Android Anda

Perangkat yang memiliki OS Android kembali mendapat ancaman. Kali ini, ada malware bernama Joker ditemukan bersarang dalam sejumlah aplikasi yang ada di Google Play Store.

Rabu, 30 September 2020 - 15:30 WIB | Adist

Foto : Minews.id

Perangkat yang memiliki OS Android kembali mendapat ancaman. Kali ini, ada malware bernama Joker ditemukan bersarang dalam sejumlah aplikasi yang ada di Google Play Store.  

Malware tersebut ditemukan di dalam 17 aplikasi berbeda menurut perusahaan keamanan siber asal Inggris, Zscaler.Mulai dari aplikasi pesan, foto, hingga emoticon. 

Malware Joker dapat menyusup ke dalam perangkat dan mengintip pesan, daftar kontak, hingga informasi perangkat korban. Malwareini juga  secara diam-diam mendaftarkan korban ke layanan WAP (wireless application protocol) premium. 

"Spyware ini dirancang untuk mencuri isi SMS, daftar kontak, dan informasi lainnya secara diam-diam," ungkap Perwakilan Zscaler, Viral Gandhi. 

Berikut ini adalah daftar aplikasi yang sudah disusupi malmware Joker: 

All Good PDF Scanner 

Blue Scanner 

Care Message 

Desire Translate

Direct Messenger 

Hummingbird PDF Converter - Photo to PDF
 
Meticulous  Scanner

Mint Leaf Message-Your Private Message 

One Sentence Translator - Multifunctional Translator 

Paper Doc Scanner 

Part Message 

Private SMS 

Style Photo Collage

Talent Photo Editor - Blur focus 

Tangram App Lock 

Unique Keyboard Fancy Fonts & Free Emoticons 

Sebenarnya tim Keamanan Google juga telah menghapus semua aplikasi yang disusupi malware Joker dari Play Store. Joker sendiri merupakan tipe malware yang biasanya digunakan untuk menguras isi dompet korban. 

Malware ini dapat membuat korban berlangganan layanan premium tanpa sadar. Ini bukan pertama kalinya Joker ditemukan dalam aplikasi di Google Play Store. Pada awal September lalu, Google juga menghapus sebanyak enam aplikasi yang diketahui mengandung malware Joker. 

Sebagaimana dilansir dari Lifehacker, Rabu (30/9/2020), pengguna Android juga diminta lebih berhati-hati dan selektif dalam menginstal sebuah aplikasi.


Back to top