Parenting

9 Gejala Kesehatan Anak yang Sebaiknya Tidak Anda Abaikan

Kenali 9 tanda-tanda ini pada anak Anda.

Jumat, 14 Agustus 2020 - 08:25 WIB | Feby

Foto : About Kids Health

Ketika anak-anak mengalami gejala yang tidak terduga, mereka biasanya hanya sakit 'normal' dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, beberapa tanda mungkin menunjukkan masalah yang lebih besar.

Berikut adalah 10 gejala kesehatan yang harus Anda ketahui dan perhatikan, dimana jika gejala ini berlanjut maka Anda mungkin perlu membawa anak Anda ke dokter jika terus berlanjut.


1. Kelelahan Ekstrim

Kelelahan yang ekstrim adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Jika anak Anda menunjukkan gejala kelelahan atau tampaknya tidak memiliki energi yang biasa untuk waktu yang lama, bicarakan dengan dokter anak Anda.

Kelelahan yang ekstrim dapat memiliki beberapa penyebab berbeda. Jangan anggap keluhan ini sebagai gejala larut malam atau masa remaja. Dokter anak Anda mungkin menyelidiki berbagai kemungkinan, termasuk anemia, sindrom malabsorpsi, dan depresi.


2. Demam Tinggi dan Sakit Kepala Berat

Anak-anak sering kali mengalami demam karena penyakit seperti virus perut dan infeksi ringan. Jika demam tinggi disertai dengan sakit kepala yang sangat parah sehingga anak Anda kesulitan membuka mata, itu pertanda adanya masalah yang lebih besar.

Temui dokter anak Anda segera untuk menyingkirkan kondisi yang lebih serius, seperti meningitis. Jika tidak diobati, meningitis dapat menyebabkan komplikasi yang signifikan dan, dalam kasus yang parah, bahkan kematian.

Dokter anak Anda dapat melakukan tes untuk membantu menentukan apa yang menyebabkan gejala anak Anda dan menawarkan perawatan yang paling tepat.


3. Gangguan Pendengaran

Seiring bertambahnya usia anak-anak dan diperkenalkan dengan perangkat musik, stereo keras, video game, televisi, dan bahkan jalanan kota yang bising, pendengaran mereka mungkin berisiko.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sekitar 12,5 persen dari anak-anak usia 6 hingga 19 tahun mengalami kerusakan pendengaran permanen karena terpapar suara keras.

Jagalah telinga anak Anda dengan menjaga kebisingan pada tingkat yang aman. Saat anak-anak mendengarkan dengan headphone, jangan pernah menyetel suara di atas setengah volume. Hal yang sama berlaku untuk televisi, video game, dan film. Batasi waktu yang dihabiskan di sekitar suara keras sebanyak mungkin.


4. Haus Ekstrim

Berjam-jam berlari dan bermain game membutuhkan hidrasi yang cukup. Namun rasa haus yang ekstrem adalah hal lain.

Jika Anda memperhatikan bahwa anak Anda memiliki kebutuhan yang tak terpuaskan untuk minum air atau tampaknya tidak dapat memuaskan dahaga mereka, temui dokter anak mereka. Rasa haus yang terus-menerus dapat menjadi tanda dari kondisi kesehatan yang mendasarinya, seperti diabetes.

Rasa haus yang berlebihan hanyalah salah satu gejala diabetes tipe 1. Gejala lain termasuk peningkatan buang air kecil, rasa lapar yang ekstrem, penurunan berat badan, dan kelelahan. Jika salah satu dari gejala ini muncul, buatlah janji agar anak Anda menemui dokter anak mereka.


5. Kurangnya Respon Terhadap Suara Keras

Bayi baru lahir tidak dapat memberi tahu Anda jika mereka tidak mendengar dengan benar. Mereka juga tidak menanggapi setiap stimulus seperti yang diharapkan.

Namun jika setelah beberapa bulan Anda melihat bahwa anak Anda tidak terganggu atau tidak merespons suara keras, buatlah janji dengan dokter anak Anda untuk memeriksa masalah pendengaran. 


6. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan bisa menjadi gejala yang mengkhawatirkan.

Fluktuasi kecil pada berat badan anak biasanya normal. Tetapi penurunan berat badan yang dramatis dan tidak disengaja bisa menjadi pertanda adanya masalah.

Jika Anda melihat penurunan berat badan anak Anda secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, penting untuk menemui dokter spesialis anak mereka. Beri tahu mereka tentang masalah penurunan berat badan sesegera mungkin. Mereka dapat mengajukan pertanyaan kepada anak Anda dan melakukan tes untuk mencari alasan penurunan berat badan.


7. Sakit Perut

Sakit perut mungkin tampak umum untuk beberapa anak, terutama saat mereka menjalani diet baru; mencoba makanan baru, atau sesekali memiliki junk food yang berlebihan.

Nyeri di perut mungkin menandakan masalah yang lebih serius jika Anda melihat tingkat ketidaknyamanan ekstra pada anak Anda, seperti:

- Sakit perut di sisi kanan bawah
- Muntah
- Diare
- Perut terasa nyeri saat disentuh

Misalnya, jenis sakit perut ini bisa menandakan suatu kondisi seperti radang usus buntu. Perbedaan utama antara radang usus buntu dan virus perut adalah bahwa pada usus buntu, sakit perut semakin memburuk dari waktu ke waktu.


8. Masalah Pernapasan

Kenali tanda-tanda asma, termasuk kesulitan bernapas saat bermain atau berolahraga, suara siulan saat menghembuskan napas, sesak napas, atau kesulitan pulih dari infeksi pernapasan.

Perawatan tidak dapat menyembuhkan asma, tetapi dapat membantu meminimalkan gejala atau menghentikan serangan asma bila terjadi. Jika Anda melihat anak Anda mengalami masalah pernapasan, bicarakan dengan dokter anak Anda.


9. Masalah Fokus

Bayi tidak dapat memberi tahu Anda jika penglihatannya kabur atau tidak dapat memfokuskan matanya. Tapi ada cara halus yang bisa Anda katakan.

Jika bayi Anda tampaknya tidak pernah fokus pada objek atau kesulitan menemukan objek yang dekat seperti wajah atau tangan Anda, beri tahu dokter anak Anda. Perhatikan tanda-tanda pada anak usia sekolah seperti menyipitkan mata, kesulitan membaca, atau duduk terlalu dekat dengan TV.

Jika anak Anda tidak berprestasi baik di kelas, pastikan untuk menanyakan apakah mereka dapat melihat papan tulis. Banyak anak diberi label "siswa yang buruk" atau "mengganggu", atau bahkan didiagnosis dengan ADHD, padahal mereka sebenarnya memiliki penglihatan buruk yang tidak teridentifikasi. Mengucek mata terus-menerus adalah tanda lain dari masalah penglihatan yang potensial.

 

Kunjungan rutin ke dokter adalah bagian penting untuk memastikan anak Anda tetap sehat. Tetapi meskipun anak Anda tidak akan menjalani pemeriksaan, penting bagi mereka untuk menemui dokter anak mereka jika mereka mengalami gejala yang tidak terduga dan berpotensi serius.

Mendapatkan perawatan dini untuk kondisi kesehatan baru dapat membuat perbedaan besar. Mendiagnosis dan mengobati kondisi tersebut dapat membantu mencegah komplikasi di masa mendatang. Ini juga berpotensi membantu anak Anda untuk mulai merasa lebih baik lebih cepat.


Back to top