Food

Coba Makanan-Makanan Ini Ketika Anda Sedang Berkunjung Ke Papua

Papua adalah bagian paling timur Indonesia. Ini sangat kaya akan budaya dan sumber daya alam. Sebagian besar sifat mereka masih belum tersentuh dan memainkan peran besar dalam gaya hidup mereka. Anda bisa melihat ini melalui makanan mereka.

Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:59 WIB | RAA

Foto : adventurecarstensz

Papua adalah bagian paling timur Indonesia. Ini sangat kaya akan budaya dan sumber daya alam. Sebagian besar sifat mereka masih belum tersentuh dan memainkan peran besar dalam gaya hidup mereka. Anda bisa melihat ini melalui makanan mereka.

Sago Martabak


Foto : adventurecarstensz

Kue dadar isi atau yang kita kenal sebagai martabak di Indonesia. Di sebagian besar wilayah Indonesia, pancake yang biasa diisi sering diisi dengan segala jenis daging atau isian manis seperti coklat atau susu. Sedangkan yang ada di Papua, bahan utamanya adalah sagu. Sagu digiling hingga empuk lalu digoreng. Setelah itu dicampur dengan gula merah yang manis. Makanan tradisional ini sebenarnya berasal dari Kabupaten Fakfak di Papua.

Papeda


Foto : adventurecarstensz

Makanan khas Papua selanjutnya ini disebut Papeda. Ini menggunakan sagu sebagai komponen utamanya juga. Namun, sagu dibuat konsistensinya menjadi bubur. Piringnya transparan dan lengket seperti lem. Rasa hidangan ini hambar karena Anda perlu menyantapnya dengan jenis hidangan lain. Papeda biasanya dimakan dengan sup ikan. Anda makan Papeda dengan tongkat bambu untuk menggulungnya. Anda tidak perlu mengunyah Papeda, Anda bisa langsung menelannya. Mengunyah hanya akan membuat semuanya lengket di mulut Anda.

Petatas


Foto : adventurecarstensz

Petatas merupakan salah satu makanan tradisional yang berasal dari Papua. Pangan ini juga dikenal dengan ubi jalar bagi masyarakat Papua, khususnya bagi mereka yang tinggal di daerah pegunungan tempat tumbuh sehingga menjadi makanan pokok sehari-hari. Masyarakat Papua menjadikan petata sebagai bahan pangan yang digunakan karena tanah di pulau tersebut tidak perlu ditanami padi, sehingga sebagian besar masyarakat menanam petata untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, masyarakat Papua juga tidak perlu membeli beras dengan harga tinggi. Pasalnya, beras yang didapat merupakan pengiriman dari luar Papua sehingga ongkos kirim menjadi mahal.


Back to top